NBRS Corp — Idul Adha merupakan salah satu hari raya yang sangat dinanti-nantikan umat Islam. Tak heran jika pahala kurban begitu besar dan luar biasa, hingga seluruh umat Islam di dunia berbondong-bondong melaksanakannya. Ibadah ini tidak hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi merupakan bentuk ketaatan yang berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS, menjadi salah satu Ibadah Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan).
Berbicara tentang pahala, jangan pernah ragu untuk berkurban sebab ganjaran dan kemuliaan yang didapatkan sungguh luar biasa, memastikan amal baik Bunda & Kakak diterima dan dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT. Apa sajakah pahala tersebut? Simak selengkapnya.
Baca Juga: Lengkap! Niat dan Tata Cara Shalat Idul Adha 2025, Sendiri atau Berjamaah
Allah SWT berfirman: “Dan tidaklah sampai kepada Allah daging-dagingnya dan darah-darahnya, tetapi yang sampai kepada-Nya ialah ketakwaan dari kamu.” (Q.S. Al-Hajj: 37).
Tujuan utama kurban bukanlah hanya pada fisik hewannya, melainkan pada keikhlasan dan ketakwaan yang mendorongnya. Kurban adalah bukti ketundukan dan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT dengan mengorbankan harta benda yang disayangi. Ibadah ini secara langsung meninggikan kedudukan ketaatan seorang mukmin di hadapan-Nya.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berkurban dengan ikhlas karena Allah, maka darahnya akan menjadi tebusan baginya di hadapan Allah pada hari kiamat.” (H.R. Ahmad).
Hadis ini menjadi kabar gembira untuk umat Islam bahwa kurban menjadi jalan untuk menghapuskan dosa-dosa bagi orang yang berkurban. Bahkan, dikatakan bahwa dosa-dosa orang yang berkurban diampuni sebelum darah hewan kurban itu menyentuh tanah, menunjukkan betapa besar rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang melaksanakan kurban.
Baca Juga: Mengulik Makna Idul Adha dalam Kehidupan, Kamu Sudah Tahu?
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan itu akan diterima di sisi Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka berbahagialah kamu dengan (pahala) kurban itu.” (H.R. Tirmidzi).
Pahala ini menggambarkan kemurahan Allah SWT yang membalas amal kebaikan secara sangat rinci dan berlimpah. Setiap helai bulu atau rambut hewan kurban akan dicatat sebagai kebaikan, menjamin bahwa sedikit pun usaha dan harta yang dikeluarkan tidak akan sia-sia.
Rasulullah SAW bersabda: “Kurban pada hari Idul Adha lebih utama daripada sedekah yang senilai atau seharga hewan kurban atau bahkan sedekah yang lebih banyak daripada nilai hewan kurban. Karena maksud terpenting dalam berkurban adalah mendekatkan diri kepada Allah.” (Lihat Shahih Fiqh Sunnah 2/379 dan Syarhul Mumthi’ 7/521).
Ini menegaskan bahwa kurban memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari sedekah biasa, meskipun nilainya sama. Fokus utamanya adalah tujuan ibadah itu sendiri, yaitu taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah) melalui penyembelihan, bukan sekadar nilai material yang disumbangkan.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan manusia pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya malaikat-malaikat berdiri di sisi Allah memohonkan ampunan bagi orang-orang yang berkurban.” (H.R. Ibnu Majah).
Selain pahala langsung dari Allah, orang yang berkurban juga dikelilingi oleh keberkahan. Para malaikat Allah turut memohonkan ampunan dan keberkahan bagi mereka yang melaksanakan kurban, menjamin bahwa amal ini mendapatkan restu dari makhluk-makhluk suci-Nya.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap tulang dari tulang-tululang hewan kurban itu akan menjadi syafaat bagi pemiliknya di akhirat kelak.” (H.R. Baihaqi).
Hadis ini menunjukkan bahwa hewan kurban yang disembelih dengan ikhlas akan menjadi saksi dan pemberi syafaat (penolong) bagi pemiliknya di Padang Mahsyar. Hewan tersebut tidak hanya memberikan manfaat di dunia sebagai makanan, tetapi juga menjadi “kendaraan” atau perantara keselamatan di akhirat.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berkurban dengan tujuh ekor kambing, maka ia akan mendapatkan pahala sebanding dengan tujuh puluh ekor kambing. Barangsiapa yang berkurban dengan satu ekor sapi, maka ia akan mendapatkan pahala sebanding dengan tujuh puluh ekor kambing.” (H.R. Ahmad).
Pahala ini menekankan ganjaran berlipat ganda. Keikhlasan dan kemurahan hati dalam mempersembahkan hewan kurban akan dibalas dengan jumlah pahala yang luar biasa, mendorong umat untuk berkurban semaksimal mungkin sesuai kemampuan.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menyembelih hewan kurban dan memberikannya kepada orang-orang miskin dan fakir, maka ia akan mendapatkan pahala sebanding dengan jumlah orang yang makan dari hewan kurban itu.” (H.R. Ahmad).
Inti dari kurban adalah berbagi dan menciptakan kebahagiaan kepada sesama. Semakin luas manfaat daging kurban itu disebarkan kepada kaum fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan, maka semakin besar pula pahala yang didapatkan oleh Shahibul Kurban (orang yang berkurban).
Setelah mengetahui dan memahami berbagai dimensi pahala kurban yang luar biasa ini, tentu hati kita kini lebih bersemangat lagi untuk melakukan amal kebaikan yang paling dicintai oleh Allah SWT di Hari Raya Idul Adha. Semoga Allah SWT menerima setiap niat dan amal kurban kita, serta memberikan balasan terbaik-Nya di dunia dan di akhirat.
Lihat koleksi NBRS selengkapnya atau artikel terkait produk dan lifestyle lainnya.
Penulis: Anatahsia Nuraini S.